primaradio.id – Bank Indonesia khususnya perwakilan Jawa Timur menjamin ketersediaan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ramadhan dan lebaran 2017.
Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan uang Rupiah Bank Indonesia perwakilan Jawa Timur, Titien Sumartini mengatakan Bank Indonesia kantor perwakilan Jawa Timur memproyeksikan uang beredar menjelang lebaran 2017 sebesar Rp29,6 Triliun, meningkat 26,3 persen dibanding tahun 2016 lalu yang sebesar Rp21,8 Triliun.
Meningkatnya kebutuhan uang tunai juga disebabkan tingginya transaksi keuangan untuk kebutuhan libur panjang, pembayaran THR, liburan sekolah, dan jelang tahun ajaran baru. Titien juga menambahkan, Bank Indonesia akan menjaga cashflow supaya tidak terjadi ketimpangan permintaan uang pecahan besar dan pecahan kecil di masyarakat.
“Proyeksi ini adalah permintaan dari bank-bank yang nantinya akan kembali diundang BI untuk membahas lagi apa yang mereka ajukan. BI juga berkoordinasi dengan bank-bank, terkait kesiapan penukaran uang, baik kas keliling maupun pembukaan counter-counter di perbankan dengan memasang spanduk supaya diketahui masyarakat, “ujar Titien.
Titien juga mengatakan, uang pecahan besar menjadi uang yang paling banyak diminati masyarakat, yaitu sebesar 77 persen, meliputi pecahan seratus ribu, 50 ribu, dan 20 ribu rupiah. Sisanya sekitar 22 persen merupakan permintaan uang pecahan kecil yaitu 10 ribu, lima ribu, 2 ribu dan seribu Rupiah. Bank Indonesia juga akan membuka kas keliling, bekerjasama dengan 11 bank untuk penukaran uang jelang lebaran di Makodam V Brawijaya Surabaya. (bee)






