
primaradio.id – Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) merupakan bandara pendukung Bandar udara Internasional Adisutjipto yang diharapkan dapat memberikan dampak konektivitas terhadap ekonomi daerah Selatan Jawa.
Project Manager Yogyakarta Internasional Airport, Taochid Purnomo Hadi mengatakan bandara YIA memang di desain untuk pariwisata. Karena pengguna jasa bandara di Yogyakarta kebanyakan keluarga dan wisata.
“Rencananya bandara tersebut beroperasi penuh pada Desember 2019. Diharapkan jika beroperasi bisa menyerap 10 ribu tenaga kerja, ungkap Purnomo kepada wartawan saat berkunjung ke YIA, Jumat(23/8).
Sementara itu Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan, saat ini Indonesia dihadapkan dengan defisit transaksi berjalan, dimana impor lebih besar dari ekspor. Salah satu strategi untuk mengatasinya adalah mendorong pariwisata agar devisa bisa masuk. Namun menurutnya tetap saja harus menciptakan destinasi wisata baru.
“Ini adalah infrastruktur dalam rangka menciptakan destinasi wisata Jogja yang baru. Kalau sudah berkembang akan banyak menarik perekonomian di daerah Jateng, Nantinya bisa juga merembes ke Jatim, kata Difi.
Difi juga menambahkan, bandara YIA sudah lama jadi harapan BI, sebagai infrastruktur pengembangan pariwisata. “BI sangat berkepentingan agar pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa lebih baik, “tambah Difi.
Adanya bandara YIA juga diharapkan bisa membantu daerah di Jatim seperti Pacitan dan Trenggalek mengirimkan hasil perikanan dari pantai Selatan agar bisa langsung ke pasar Jawa Tengah.
Adapun potensi Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Yogyakarta dan sekitarnya.
Bandara YIA di Kulonprogo juga telah menaikkan tingkat pertumbuhan ekonomi Kulonprogo dan Yogyakarta secara signifikan.
Kemampuan YIA untuk melayani direct flight dari hub-hub internasional selain Singapura/Kuala Lumpur, memungkinkan pilihan penerbangan yang lebih murah dan cepat ke Yogyakarta. (bee)





