Home Ekonomi & Pemerintah Aprindo Jatim Targetkan Pertumbuhan Ritel 15 Persen di 2019

Aprindo Jatim Targetkan Pertumbuhan Ritel 15 Persen di 2019

695 views
0
SHARE
Ketua Aprindo Jatim April Wahyu Widati (Foto: Beatrix Christiana)

primaradio.id – Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Jawa Timur menargetkan pertumbuhan sektor ritel di Jawa Timur mencapai 15 persen di tahun 2019 ini.

Ketua Aprindo Jawa Timur April Wahyu Widati mengaku optimis dapat merealisasikan target pertumbuhan ritel tahun ini, karena ada peluang memanfaatkan tahun pesta demokrasi Pilpres dan Pemilu Legislatif, yang memicu peningkatan konsumsi untuk logistik kampanye seperti air mineral, beras dan snack.

“Sekarang lagi ramai-ramainya kampanye. Kebutuhan kamoanye itu untuk apa aja sih. Kebutuhan logistik. Oh mungkin air mineral, snack, beras. Nah kita harus masuk ke kantong-kantong itu supaya kita bisa mengambil peluang itu, “ungkap April kepada reporter Primaradio.

April juga menambahkan, berdasarkan pengalaman dari pesta demokrasi 2014, ada pertumbuhan signifikan untuk kategori air mineral, beras dan snack. Selain itu untuk fashion juga ikut terkena imbas adanya pesta demokrasi dengan adanya kebutuhan pembuatan atribut untuk kampanye.

Selain adanya pesta demokrasi , Aprindo Jatim menurut April Wahyu Widati, terus berupaya menyediakan produk yang dicari oleh konsumen, termasuk bekerja sama dengan platform berbasis online agar sebagai ritel konvensional bisa tetap hidup.

Aprindo Jatim juga optimis meski masih terjadi kelesuan ekonomi yang menyebabkan target 2018 lalu sebesar 15 persen hanya tercapai 5-6 persen, sektor ritel diprediksi masih akan terus tumbuh terutama kategori minimarket. Hanya saja untuk ke depannya, Aprindo Jatim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengatur tata letak atau zonasi pendirian ritel agar tetap bersaing sehat.

Adapun alasan tidak terpenuhinya target ritel pada 2018 lalu, selain karena faktor kelesuan ekonomi, juga disebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Yang sebelumnya sudak berbelanja sekaligus untuk keperluan konsumsi jangka waktu bulanan seperti kebutuhan makan dan minum, sekarang ini lebih suka pergi ke pusat kuliner. “Pos konsumsi kebutuhan pokok berubah, jadinya belanja bulanan dikurangi,ujar April.

Selain itu pola belanja juga dikombinasikan antara brand premium dan brand second. “Bahkan sekarang brand premium banyak yang mengecilkan packaging sizenya menjadi ukuran sachet, tambah April. (bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here