primaradio.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) menyebut realisasi program pembangunan satu juta rumah sudah mencapai hampir 500 ribu unit. Namun data tersebut dianggap keliru.
Menurut Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo mengatakan bahwa data tersebut tidak akurat. Pasalnya, menurut data yang dihimpun Apersi realisasi program ini baru sekitar 90 ribu unit.
Edy juga menambahkan, pembangunan rumah tapak maupun susun sebanyak itu merupakan hal yang mustahil di tengah kondisi saat ini. Ditambah lagi tren penjualan rumah komersial saat ini saat ini sedang turun. Oleh karena itu Eddy memastikan angka realisasi saat ini tidak mungkin melebihi tahun kemarin.
Selain itu, dirinya juga mempertanyakan data Kementerian PU dan Pera yang menyatakan bahwa Apersi telah membangun 150 ribu unit dalam program tersebut. Pasalnya hingga kuartal III-2015 realisasi pembangunan rumah untuk program itu dari Apersi baru mencapai 60 ribu unit. Sebelumnya Apersi tidak diberikan target membangun rumah sebanyak itu dalam tahun ini. Pasalnya untuk tahun ini target pembangunan rumah dari program 1 juta rumah tahun untuk Apersi hanya sebanyak 65 ribu unit.(zum/nji)






