Home Prima Trending Topics Antisipasi Penjualan Uang di Pinggir Jalan, BI Buka Layanan Penukaran Uang

Antisipasi Penjualan Uang di Pinggir Jalan, BI Buka Layanan Penukaran Uang

936 views
0
SHARE
Bank Indonesia Kpw Jatim melayani penukaran uang di Lapangan Kodam Brawijaya (Foto: Dok Primaradio)

primaradio.id – Menjelang lebaran, Bank Indonesia bersama perbankan mengadakan layanan penukaran uang kepada masyarakat. Kali ini Layanan penukaran uang diadakan di Lapangan Kodam Brawijaya Surabaya dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, Rabu Pagi (30/5).

Dalam sambutannya ketika membuka layanan ini, Difi Ahmad Johansyah mengatakan selain memfasilitasi penukaran uang, layanan ini juga merupakan kesempatan Bank Indonesia untuk melaksanakan tugasnya, yaitu menyediakan uang kepada masyarakat khususnya menjelang lebaran.

Kepala Grup Sistem Pembayaran, Peredaran Rupiah, Layanan Dan Administrasi Bank Indonesia, Yudi Harymukti mengatakan layanan penukaran uang ini juga sebagai cara antisipasi penjualan uang di pinggir jalanan. Sebagai langkah antisipasi tersebut, Bank Indonesia dan perbankan membuka layanan penukaran uang di berbagai tempat dan event, seperti di Lapangan Kodam Brawijaya Surabaya, 12 Rest Area Tol, Dan masih banyak tempat lainnya.

“Selain di sini ada 331 outlet perbankan dengan 66 Bank yang berpartisipasi dari tanggal 22 Mei hingga 7 Juni 2018, masyarakat bisa pergi kesana juga. Kemudian kami juga bekerja sama dengan BCA, Himbara dan BPD Jatim melayani di 12 rest area di 4 ruas tol di Jawa Timur. ”

Layanan penukaran uang yang digelar di Lapangan Kodam Brawijaya Surabaya rencananya akan dilaksanakan sebanyak 5 kali, yakni tanggal 24 Mei, 30 Mei, 5-7 Juni 2018. Terdapat 12 Bank yang akan berpartisipasi dalam layanan penukaran uang tersebut yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Maybank, BCA, Bank Permata, BTN, Bank Muamalat, Bank Jatim, Bank Maspion, dan Bank Victoria.

Yudi Harymukti juga menambahkan jika dalam acara ini uang pecahan yang dipersiapkan ialah sebanyak 24 Milyar, atau sebanyak 4,8 Milyar mulai dari besaran Rp 2.000 hingga Rp 20.000.
“Jadi tadi ada 13 loket, 1 loket melayani 100 orang jadi 1300 dikali 3,7 juta rupiah setiap orangnya jadi sekitar 4,8 milyar jadi selama 5 hari terdapat 24 milyar uang pecahan kecil dan itu hanya yang di makodam saja” kata Yudi Harymukti.

Sementara itu untuk mencegah kecurangan yang dapat terjadi selama penukaran uang di Kodam Brawijaya, Bank Indonesia mewajibkan masyarakat yang akan menukar uang menyertakan fotokopi KTP dan setelah melakukan penukaran diwajibkan menandai jarinya dengan tinta.

Selain itu Yudi Harymukti juga menghimbau masyarakat agar hanya menukar uang di loket resmi yang disediakan BI dan Perbankan. Karena selain tanpa dipungut biaya, uang yang disediakan oleh Bank Indonesia dijamin asli dan jumlahnya pasti pas. (alf/bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here