primaradio.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan pengguna jalan untuk mewaspadai dampak angin kencang dalam 2-3 hari ke depan di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Dampak angin kencang ini di antaranya papan reklame, baliho, dan pohon roboh. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko dalam rilisnya menyampaikan selain pengguna jalan yang harus berhati-hati, pengguna jasa transportasi penyeberangan laut juga diharapkan wapada terhadap potensi gelombang tinggi.
Menurut Hary, puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada bulan Juli hingga September. Pada puncak musim kemarau, angin yang terjadi di Indonesia datang dari Australia. Angin itu memiliki tekanan udara yang lebih tinggi dibandingkan wilayah Asia. Selisih yang besar ini menguatkan kecepatan angin di Indonesia terutama di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Sementara itu di surabaya, khususnya pengguna jalan yang akan melintasi tol Suramadu diharapkan tetap waspada dengan angin kencang tersebut.
Humas Jasa Marga Tol Surgem, Agus Tri Antyo saat dihubungi crew Primaradio melalui telepon, mengimbau agar pengguna jalan yang akan atau sedang melintas Tol Jembatan suramadu agar tetap mengikuti arahan petugas. Hal ini demi keselataman pengguna jalan mengingat kecepatan angin di Tol Suramadu rata-rata 32 km/jam. Kecepatan dengan rata-rata 32 km/jam tersebut stabil sepanjang 24 jam kemarin.
Ketentuan dari pihak Jasa Marga sendiri, sepeda motor tidak boleh melewati jalan tol Suramadu apabila kecepatan angin di atas 40 km/jam. Sementara apabila kecepatan angin lebih dari 45 km/jam, mobil tidak diperkenankan untuk melintasi tol Suramadu karena dalam kategori berbahaya.






