Home Features Pameran lnhabitat : Padukan Keindahan Seni Keramik dan Botani

Pameran lnhabitat : Padukan Keindahan Seni Keramik dan Botani

520 views
0
SHARE
Panji Wisesa saat memrlihatkan karyanya di pameran Inhabitat di Milieu Space (Foto: Beatrix Christiana)

primaradio.id – Kegiatan bercocok tanam merupakan ruang pelarian banyak orang untuk menyembuhkan diri dari kejenuhan dan sekarang menjadi hobi baru yang masif.

Hal tersebut mulai terlihat sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan memaksa masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Tidak heran, seiring dengan semakin meningkatnya hobi bercocok tanam, membuat permintaan atas tanaman pun melonjak drastis dari sebelumnya. Tidak berhenti di tanaman. keramik atau pot juga ikut terkena ramainya. Melihat momentum ini, tepat dirasa untuk memperkenalkan ke masyarakat luas mengenai seni botani dan keramik melalui Pameran lnhabitat : Panji Wisesa yang di gelar 25 29 November 2020 di Milieu Space Lv.3 , Jl Imam Bonjol 27 Surabaya.

Saat pembukaan pameran, Danis Sie, dari Specimenwerk menyatakan bahwa di Indonesia pada umumnya seni botani hanya dipandang sebagai kajian visual sederhana saja, tanpa masyarakat menyadari bahwa sebenarnya ada nilai estetik dan keindahan tersendiri pada tumbuhan tersebut.

“Jika digabungkan dengan seni keramik berupa pot atau wadah dan seni botani, keduanya bisa menjadi satu karya seni yang utuh, indah, dan meningkatkan nilai atau value karya tersebut,” ujar Danis.

Ketika ditanya mengenai tajuk pameran Inhabitat, menyebutkan melalui nama tersebut ingin memperlihatkan bagaimana seniman yang memaknai habit diri dalam merespon dan merasakan pengalaman bersinergi dengan alam serta tumbuhan.

“Pameran ini muncul karena ide dasarnya adalah ingin menggabungkan seni botani dan seni keramik. Kami Sciencewerk Design, di bawah brand Specimenwerk sebagai konseptor dan koordinator pamel berkolaborasi bersama Panji Wisesa, seorang seniman keramik. Pameran Inhabitat iuga ada karena keikutsertaan dalam program Fasilitas Bidang Kebudayaan (FBK) lnteraksi Budaya 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” jelas Danis.

Sementara itu, Panji Wisesa seniman keramik mengaku sangat bersemangat untuk Pameran lnhabitat ini.

“Memang benar bahwa seni keramik sekarang memiliki daya tarik sendiri, mengingat banyak orang yang mulai borbondong-bondong mengoleksi tanaman. lni adalah tantangan sekaligus peluang baik untuk semua seniman keramik, “ujar Panji Wisesa.

Pria lulusan Kriya Keramik. lnstitut Teknologi Bandung (ITB) ini menyebutkan bahwa sekarang adalah momentum yang tepat untuk seniman keramik mendapatkan social awareness sekaligus juga turut berperan dalam memperbaiki roda perekonomian di Indonesia.

Ia pun mengaku memiliki ciri khas sendiri yang berbeda dengan seniman keramik lainnya.

“Gaya saya condong ke arah sains dan misteri. Saya suka menggabungkan konsep keramik bersifat tradisi dan menggabungkannya dengan futuristik,” katanya kepada reporter Primaradio.

‘Pada Pameran Inhabitat kali ini saya tidak hanya menampilkan karya saya sendiri, namun ada juga juga karya yang berkolaborasi dengan berbagai seniman muda lainnya. Menggaet seniman muda merupakan sebuah tangkah yang penting, untuk selalu mendukung langkah kreativitas mereka, “ tambahnya.

Pameran Inhabitat di Milieu Space diadakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Christie Erin, Manager Representative Milieu sangat tersanjung tempatnya dijadikan lokasi pameran Inhabitat.

‘lni adalah acara yang harus selalu didukung, apalagi mengingat tahun 2020 merupakan tahun yang sangat menantang untuk kita semuanya. Sebenarnya Milieu sudah pernah bekerjasama dengan Specimenwerk di event tahun lalu yang bertajuk Evolve. Disini kita mengulang kembali untuk memperkenalkan seni keramik dan botani ks seluruh masyarakat.” ujar Erin.

“Acaranya gratis dan terbuka buat siapa saja yang mau datang, tapi tetap wajib melaksanakan protokol kesehatan ya.“ tutup Erin. (bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here