primaradio.id – Pebalap MotoGP asal Australia, Casey Stoner memang menjadi salah satu pebalap yang terbilang bersinar di ajang balapan motor bergengsi di dunia. Stoner pernah tercatat berhasil meraih dua gelar juara dunia yaitu pada 2007 dan 2011.
Namanya kembali menarik perhatian publik setelah turun menjadi pebalap penguji Ducati di tes pramusim resmi MotoGP 2017. Tidak tanggung-tanggung, Stoner menjadi yang tercepat pada hari pertama tes pramusim resmi MotoGP 2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 30 Januari 2017 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 59,681 detik.
Menarik melihat kebelakang, prestasi yang pernah direbutnya di ajang MotoGP. Ternyata tahun 2007 menjadi tahun yang paling gemilang bagi Stoner saat menunggangi motor Ducati. Selain menjadi juara dunia, pebalap yang berjuluk The Kurry Kurry Boy ini berhasil mencatatkan 10 raihan podium tertinggi dari 18 seri balapan.
Podium tertinggi pertama diraihnya saat menyelesaikan balapan seri pertama di Sirkuit Losail, Qatar. Sempat anjlok ke posisi lima di GP Spanyol, Stoner kembali bersinar di dua balapan selanjutnya yaitu GP Turki dan China.
Sementara pada lima balapan terakhir, Stoner berhasil memenangkan dua podium tertinggi di GP Australia dan Malaysia.
Berkat kemenangan itu, Stoner berhasil meraih juara dunia dengan mencatatkan 367 poin. Trofi di MotoGP 2007 menjadi titel juara pertama yang diperoleh Stoner sejak debutnya pada 2006.
Yang menarik lagi dari gelar yang didapat Stoner tidak lepas dari rivalitasnya dengan Valentino Rossi. Satu diantaranya rivalitas yang terjadi di sirkuit de Catalunya. Stoner dan Rossi berganti-gantian memimpin di race ini, tapi rider asal negeri kangguru itu berhasil unggul di lap terakhir, dan Rossi berada di posisi kedua terpaut 0,69 detik di belakang Casey Stoner.
Kadang menjadi pertanyaan, Stoner mengapa cepat sekali bersinar di balapan 2007 ? Nah ada beberapa poin yang menjadi keunggulan Stoner diantaranya:
1. Umur yang masih muda. Saat itu masih berumur 21 tahun.
2. Stoner mampu melakukan berbagai teknik balapan yang sulit dilakukan oleh pembalap lain. Antara lain, late-braking atau melakukan pengereman yang lebih belakangan dibanding rider yang lain.
3. Casey Stoner juga memiliki nyali yang kuat dan tepat serta punya perhitungan yang cermat. (bee/joe)






