primaradio.id – Bank Indonesia (BI) terus melakukan sosialisasi tentang waspada uang palsu untuk mengantisipasi peredarannya saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang dilakukan serentak pada 9 Desember 2015.
Menurut Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Peter Jacobs mengatakan bahwa masyarat harus mengetahui ciru-ciri uang palsu. Biasanya orang-orang yang tidak bertanggung jawab akan memanfaatkan kesempatan tertentu seperti Pilkada untuk melakukan peredaran uang palsu, sehingga masyarakat harus lebih waspada.
Peter juga menambahkan sosialisasi dan kas keliling akan terus dilakukan baik terhadap swalayan, pasar tradisional ataupun di tempat penduduk sehingga masyarakat akan lebih teliti jika menerima uang.






