primaradio.id – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebutkan bahwa sebanyak 16 Klaster penyebaran Covid-19 membuat 4.818 orang beresiko tertular virus ini.
Untuk itu Risma menegaskan upaya tracing terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Selain itu, Risma juga meminta pasien positif Covid-19 yang masih rawat jalan untuk dirawat di rumah sakit.
“Yang positif yang rawat jalan kita paksa masuk rumah sakit.Supaya tidak membebani keluarganya, “kata Risma saat jumpa pers di Balai Kota, Minggu (10/5).
Lebih lanjut Risma menuturkan bahwa Pemkot Surabaya sudah membentuk tim yang terdiri dari Satpol PP, Linmas, dan Dinas Kesehatan untuk mengajak pasien positif Covid-19 agar mau dirawat di rumah sakit.
“Jadi sekarang ini yang dilakukan adalah kami berkomunikasi dengan rumah sakit untuk mendorong agar yang sudah diswab hasilnya positif akan dimasukkan ke rumah sakit supaya tidak menularkan ke keluarganya, “tambahnya.
Risma menjelaskan bahwa beberapa rumah sakit menyediakan tempat khusus untuk perawatan pasien positif Covid-19.
“Kami sudah berkomunikasi, ada 20 bed dari RS Husada Utama, 30 bed di RSJ Menur, serta RS Siloam 40 bed, “jelasnya.
Menurut Risma, kerja sama ini dilakukan untuk mendorong pasien positif corona yang sedang rawat jalan agar masuk dam dirawat di rumah sakit.
“Ada sekitar 144 orang, itu kita dorong untuk masuk rumah sakit. Karena kalau di rumah, sulit menerapkan protokol kesehatan, “pungkas Risma.
Data pasien positif Covid-19 sampai pagi tadi, total ada 667 pasien terkonfirmasi positif covid-19, sebanyak 487 diantaranya konfirmasi ataubpositif masih dalam perawatan, sebanyak 100 pasien sembuh, dan 80 pasien meninggal dunia. (bee)






