Home Pendidikan & Kesehatan Kreatifitas ditengah Pandemi: Mahasiswa UK Petra Tampilkan Teater dari Rumah Masing-Masing

Kreatifitas ditengah Pandemi: Mahasiswa UK Petra Tampilkan Teater dari Rumah Masing-Masing

919 views
0
SHARE
Mahasiswa UK Petra Tampilkan Teater dari Rumah Masing-Masing

primaradio.id – Situasi Pandemi yang tidak menentu ini, membuat mahasiswa harus belajar dari rumah. Para mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra) sendiri harus belajar dari rumah hingga akhir semester ganjil berakhir. Dengan keadaan seperti ini, tentu banyak mengubah sistem pembelajaran yang selama ini telah diterapkan. Namun hal ini tidak menyurutkan kreatifitas dalam proses belajar mengajar. Seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa Program English for Creative Industry (ECI) UK Petra, yang tetap melaksanakan tugas pertunjukan teater dari rumah masing-masing.

Sebanyak 37 mahasiswa yang tergabung dalam kelas Acting for Stage dan 16 mahasiswa yang tergabung dalam kelas Stage Directing, harus melakukan pertunjukan teater musikal dari rumah masing-masing karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk bertemu. Para mahasiswa yang terbagi dalam 13 kelompok ini harus berlatih dan berkoordinasi dari jarak jauh. “Awalnya saya tidak menyangka kondisi akan seperti ini, biasanya kedua kelas ini selalu tampil di panggung Petra Little Theatre (PLT) di kampus. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, para mahasiswa harus melakukan koordinasi, latihan, dan pertunjukan dari rumah,” ujar Dr. Ribut Basuki, M.A., dosen pengampu mata kuliah Acting for Stage dan Stage Directing.

Sebelumnya para mahasiwa yang tergabung dalam kelas Stage Directing, harus melakukan audisi secara online untuk mencari aktor-aktor yang akan berperan dalam teater mereka. Naskah yang mereka bawakan pun beragam, ada yang merupakan adaptasi dari karya musikal yang sudah ada, maupun ada juga yang membuat naskahnya sendiri. Setiap tampilan berdurasi 10-15 menit. Selama kurang lebih 3 bulan, para mahasiswa melakukan persiapan, mulai dari audisi hingga pertunjukan.

“Ini merupakan hal yang baru bagi kami, bagi saya sebagai dosen, saya kesulitan untuk memonitor masing-masing kelompok secara detail. Bagi mahasiswa, tantangan yang harus mereka hadapi adalah secara teknis, tidak semua dari mereka mempunyai jaringan internet yang baik, kemudian juga menyesuaikan framing kamera, karena biasanya tampil di panggung, serta menjalin komunikasi antar teman sekelompok,” ungkap dosen yang biasa disapa Bas ini.

Terdapat dua tahap penilaian yang diberikan, yang pertama, masing-masing kelompok menampilkan teater musikal secara langsung dengan menggunakan google meet. Kemudian kedua untuk penilaian Ujian Akhir Semester (UAS), masing-masing kelompok merekam penampilan mereka, mereka juga diperbolehkan untuk mengedit agar mendapatkan hasil yang maksimal. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here