Home Pendidikan & Kesehatan Teknologi PGT-A Terobosan Canggih untuk Program Bayi Tabung

Teknologi PGT-A Terobosan Canggih untuk Program Bayi Tabung

777 views
0
SHARE
Launching PGT-A di National Hospital Surabaya (Foto: Beatrix Christiana)

primaradio.id – Angka keberhasilan in Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung sebagai salah satu program kehamilan berbantu yang menjanjikan kemungkinan kehamilan terbaik, saat ini relatif belum optimal.

Untuk itu Morula Indonesia bekerja sama dengan Reproductive Health Science Australia menghadirkan PGT-A (PREIMPLANTATION GENETIC TESTING for ANEUPLOIDY) sebagai terobosan dalam upaya peningkatan keberhasilan IVF di Indonesia.

Terobosan tersebut merupakan pertama kalinya di Indonesia dalam meningkatkan keberhasilan IVF.

PGT-A “PREIMPLANTATION GENETIC TESTING for ANEUPLOIDY” merupakan tindakan pemeriksaan kromosom pada embrio dengan teknologi Next Generation Sequencing (NGS) yang dilakukan sebelum transfer embrio atau penanaman kembali embrio ke dalam rahim terbukti memberikan dampak positif bagi kesuksesan program IVF.

Hadirnya In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung telah diterima sebagai salah satu teknologi reproduksi kehamilan berbantu yang dapat menjanjikan kemungkinan kehamilan terbaik. Walaupun demikian, hingga saat ini keberhasilan program IVF berada pada tingkat yang relatif belum optimal.

Didukung oleh berbagai kemajuan teknologi pada bidang medis maupun laboratorium embriologi yang menunjang sistem kultur embrio yang lebih optimal, saat ini keberhasilan program IVF yang berada pada tingkat yang cukup baik, berkisar antara 40-50%. Akan tetapi dengan sistem yang terbaik sekalipun, angka keberhasilan program IVF masih sangat terbatas. Prof Arief Boediono, PhD saat menyampaikan materinya dalam Launching dan Talkshow PGT-A di auditorium National Hospital, Minggu (1/9) mengatakan hal ini berkaitan dengan kelainan kromosom embrio yang menempati 80% dari penyebab kegagalan program IVF.

“Embrio yang aneuploidy (mempunyai kelainan kromosom) yang tidak dapat berkembang dengan normal sehingga umumnya akan terjadi kegagalan kehamilan atau keguguran, “ungkap Prof Arief.

Oleh sebab itu identifikasi kelainan kromosom sebelum transfer embrio merupakan hal yang penting dalam menentukan keberhasilan IVF.

Sementara itu Dr.dr. Amang Surya P, SpOG., F-MAS, Obstetrician & Gynaecologyst and Infertility Consultant dari National Hospital dan Morula IVF Surabaya menambahkan, tujuan dari PGT-A adalah untuk mengidentifikasi embrio aneuploidy sehingga hanya embrio dengan jumlah kromosom normal yang ditanamkan kembali ke dalam rahim. Penelitian membuktikan bahwa dengan PGT-A keberhasilan program IVF mengalami peningkatan yang signifikan.

Selain meningkatkan keberhasilan IVF, kelebihan dilakukannya PGT-A antara lain: menurunkan biaya penyimpanan freezing embrio karena hanya embrio dengan jumlah kromosom normal saja yang disimpan beku. Selain itu juga memungkinkan dilakukannya transfer embrio tunggal sehingga menurunkan kemungkinan kehamilan multipel (kembar dua maupun lebih) yang merupakan kehamilan berisiko. Mengeliminasi faktor usia ibu sebagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan IVF (dengan PGT-A tingkat keberhasilan IVF pada wanita usia lebih tua sama dengan manusia usia muda).

Adapun Morula IVF Surabaya berlokasi di National Hospital Surabaya. Merupakan pionir klinik pelayanan fertilitas terpadu yangtelah dilengkapi dengan fasilitas laboratorium khusus yang memadai dalam mendukung proses pelaksanaan screening genetika pre-implementasi (PGT-A) bagi pasangan yang membutuhkan. (bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here