primaradio.id – Fenomena air laut terpisah di Selat Madura di bawah Jembatan Suramadu menjadi viral setelah sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook bernama Mohammad Fahrizal pada 19 Maret 2019. Dalam video tersebut memperlihatkan air laut di bawah jembatan Suramadu, tepatnya di Selat Madura terpisah menjadi dua. Sebelah kiri air terlihat keruh kehitaman, sedangkan sebelah kanan tidak keruh.
Peristiwa itu bukan yang pertama, pasalnya sudah terjadi sebelumnya di Selat Gibraltar, yang menghubungkan antara Laut Mediterania dan Samudera Atlantik serta memisahkan Spanyol dan Maroko.
“Di Gibraltar memang pernah ada fenomena seperti air yang tidak bisa bercampur, hal ini karena densitas, akibat salinitas atau kadar garam. Kedua massa air itu berbeda sehingga tidak serta merta bisa langsung tercampur ini terjadinya juga tidak sepanjang waktu,” ujar Peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nugroho Dwi Hananto seperti dilansir dari Tempo.
Nugroho melanjutkan bahwa peristiwa itu bergantung pada banyak hal, terutama musim dan cuaca. Kalau di Selat Madura itu, kata Nugroho, diperkirakan akibat adanya air tawar dari muara sungai dengan jumlah yang sangat besar yang masuk ke laut.
“Sehingga dia tidak bisa secara serta merta tercampur karena perbedaan salinitas yang tinggi, kelihatan seperti terpisah begitu,” tutur Nugroho. “Air tawar ini kan tidak asin ya, kemudian warnanya cenderung cokelat karena banyak membawa sedimen dari hulu. Nah ini kalau bertemu air laut tidak mudah bercampur, boleh jadi menjadi seperti terbelah”.
Nugroho melanjutkan, fenomena itu bisa juga terjadi karena pertemuan air laut dan air tawar yang belum sepenuhnya tercampur. “Meski menarik fenomena ini sebenarnya fenomena biasa,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian Puslit Oseanografi itu. (bee)
Sumber: Tempo






