primaradio.id – Tercatat jumlah penumpang KA di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya selama tahun 2018 berjumlah total 11.292.719 penumpang. Jumlah ini naik 9,5 % dibanding tahun 2017 dengan jumlah penumpang 10.315.954 orang.
Adapun rincian dari jumlah penumpang KA di tahun 2018 berdasarkan kelas keretanya diantaranya :
1). Kereta Eksekutif = 1.551.374 orang
2). Kereta Bisnis = 523.044 orang
3). Kereta Ekonomi = 3.359.959 orang
4). Kereta Lokal Ekonomi = 5.858.342 orang
Adapun okupansi kereta api jarak jauh/ menengah yang tertinggi selama tahun 2018, adalah :
1). KA Mutiara Selatan (St. Surabaya gubeng – St.Bandung), okupansi rata-rata mencapai 145 % (adanya penumpang dinamis antara Malang – Surabaya).
2). KA Jayabaya (St.Malang – St.Pasar senen), okupansi rata-rata mencapai 116% (adanya penumpang dinamis antara malang – surabaya).
3). KA Bima (St.Malang – St.Gambir), okupansi rata-rata mencapai 107%.
4). KA Kertajaya (St.Surabaya Pasar Turi – St.Pasar senen), okupansi rata-rata 89%.
5). KA Mutiara Timur Malam (St.Surabaya Gubeng – St. Banyuwangi). Okupansi rata-rata 83%.
6). KA Mutiara Timur Siang (St.Surabaya Gubeng – St. Banyuwangi). Okupansi rata-rata 83%.
7). KA Sancaka Sore (St.Surabaya Gubeng – St.Jogyakarta). Okupansi rata-rata 78 %.
8). KA Ambarawa (St.Surabaya Pasar Turi – St.Semarang Poncol). Okupansi rata-rata 77%.
9). KA Argo wilis (St.Surabaya Gubeng – St.Bandung). Okupansi rata-rata 73%.
10). KA Sancaka Pagi (St.Surabaya Gubeng – St Jogyakarta). Okupansi rata-rara 71%.
Ditargetkan pada tahun 2019 ini, jumlah penumpang yang akan naik di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya mencapai 11.863.839, atau naik 5,1 % dibandingkan dengan tahun 2018.
Guna mencapai target kenaikan jumlah penumpang tersebut, pihak PT KAI Daop 8 Surabaya sedang berupaya akan menambah 2 perjalanan KA baru di lintasan jalur utara yang saat ini masih dalam tahap pembahasan, dan akan menjalankan secara reguler untuk KA tambahan Relasi Surabaya Gubeng – Malang yang biasanya hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu, menjadi beroperasi setiap hari.
“Diharapkan dengan semakin baiknya tingkat kenyamanan dan pelayanan di transportasi kereta api, ini bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api sebagai mobilitas kesehariannya. Sehingga angka kemacetan jalan raya bisa dikurangi dengan cara membudayakan menggunakan transportasi massal seperti kereta api. Tentunya butuh dukungan dari semua stake holders di wilayah Jawa Timur ini, terutama dari pihak pemda dalam mewujudkan suatu transportasi yang saling terintegrasi antara modal transportasi yang ada. Sehingga transportasi darat, laut dan udara bisa saling bersinergi dalam melayani akan kebutuhan transportasi yang aman, cepat, nyaman dan murah bagi masyarakat pada umumnya, dan khususnya bagi warga Jawa Timur ” Harap Suprapto, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya. (*)






