primaradio.id – Pemeriksaan koper kloter 15 asal Kabupaten Bangkalan di hall mina Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Sabtu (21/7), petugas menyisihkan 4 koper yang dicuriagai membawa barang yang dilarang.
Disaksikan oleh pemilik 4 koper tersebut, petugas menahan 45 slop rokok dari berbagai merk. Menurut salah satu petugas daerah yang tidak mau disebutkan namanya diketahui keempat orang pemilik koper tersebut merupakan satu keluarga besar.
Ketika ditanya alasan membawa rokok dalam jumlah banyak, Nuruddin yang membawa 9 slop rokok itu mengaku kalau ia dititpi orang. Menurut pengakuannya ia tidak mau dititipi, namun ia dipaksa untuk tetap membawa titipan tersebut.
Pun dengan Hamsiyah, ia juga dititipi saudaranya yang orang tuanya bekerja di Arab Saudi.
Sutarno, kepala seksi informasi pada bidang PHU menyayangkan masih adanya jamaah haji yang membawa rokok dalam jumlah banyak ini. Menurutnya, setiap jamaah diperbolehkan membawa rokok maksimal 2 slop. Kelebihan dari jumlah rokok tersebut akan ditahan dan dibawa oleh petugas haji daerah. Barang yang ditahan tersebut dapat diambil oleh yang bersangkutan di kantor Kementerian Agama Kabupaten Kota setempat.
12 Kloter Telah Diterbangkan ke Tanah Suci
Hingga Sabtu (21/7), Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) telah memberangkatkan 12 kloter dengan jumlah jamaah sebanyak 5362 orang terdiri dari 5302 Jamaah Calon Haji (JCH) dan 60 petugas haji. Kloter 12 asal Kabupaten Pamekasan telah diterbangkan pukul 11.00 WIB menuju Madinah dengan nomer penerbangan SV 5611.
Sesuai dengan jadwal, penerbangan JCH hingga kloter 12 yang menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines ini lima puluh persen lebih cepat dari jadwal yang ada.
JCH yang masih sakit di AHES sejumlah lima orang, dengan 7 orang pendamping keluarganya.
Sementara itu, Nur Diana Arifin (38 tahun) asal Sumenep gagal berangkat haji bersama suaminya Nur Kholish Arifin (45 tahun) karena dinyatakan hamil ketika masih berada di Sumenep. (bib/bee)






