Home Ekonomi & Pemerintah Bekraf Latih Startup Siap Akses Permodalan Non Perbankan

Bekraf Latih Startup Siap Akses Permodalan Non Perbankan

578 views
0
SHARE
Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah di di Hotel Ciputra World Surabaya (Foto: Akke Andhika)

primaradio.id – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar workshop Bekraf Get Funded dengan tujuan peningkatan kapasitas pengusaha rintisan (Startup) dalam mengakses permodalan non perbankan. Pelatihan bertajuk Startup Pitching to Acces Financing ini berlangsung di Hotel Ciputra World Surabaya, Selasa(22/5).

Workshop yang dihadiri 150 startup digital dan non-digital dari Surabaya dan sekitarnya ini memberikan panduan praktis mengenai cara mendapatkan pendanaan dari lembaga keuangan bukan bank (LKBB), termasuk investor.

“Kami menggelar workshop ini untuk membekali startup kita siap mengakses permodalan non perbankan. Mereka diajari presentasi (picthing) yang menarik minat investor serta dijelaskan hal-hal yang dinilai oleh investor, termasuk body language saat picthing. Harapannya mereka tahu persiapan mendapatkan investor”, ungkap Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

Acara workshop ini dibuka langsung oleh Direktur Akses Non Perbankan, Syaifullah dan menghadirkan beberapa narasumber untuk pelatihan ini, diantaranya penulis Get Funded Now, Nalin Singh, Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, Direktur Orbit Ventura, George Siregar, dan General Manager & Marketing Orbit Ventura, Haris Abdullah.

Sementara itu Direktur Orbit Ventura, George Siregar dalam acara ini juga melakukan capacity building kepada pelaku ekonomi kreatif(ekraf) dan startup, salah satunya dengan memaparkan beberapa tips penting sebelum menemui investor. Hal tersebut sesuai dengan salah satu peran Bekraf, yaitu melakukan capacity building kepada pelaku ekraf dan startup.

Selain itu, melihat sangat rentannya startup mengalami kegagalan di tahun kedua, Bekraf dalam acara ini juga memaparkan salah satu programnya yaitu memberikan bantuan langsung kepada para pelaku ekraf dan startup sebesar maksimum 200 juta Rupiah.

“Kita ada banyak model, salah satunya kita memberikan bantuan langsung kepada pelaku startup atau ekraf, maksimum Rp 200 juta”, ujar Direktur akses non perbankan, Syaifullah.

Lanjutnya, Dalam acara ini juga akan dipilih 10-15 perusahaan atau startup yang akan masuk ke Financial Readiness Report, dan dalam periode tersebut startup yang terpilih akan mendapat bimbingan dari para expert yang akan mereview pola bisnis dan prosepek startup tersebut ke depannya. (alf/bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here