Home Prima Trending Topics Ribuan Buruh Jatim Peringati Mayday, Pakde Karwo dan Forkopimda Jatim Ikut Potong...

Ribuan Buruh Jatim Peringati Mayday, Pakde Karwo dan Forkopimda Jatim Ikut Potong Tumpeng

729 views
0
SHARE
Elemen Buruh Jatim berkumpul depan kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan (Foto: Beatrix Christiana)

primaradio.id – Suasana kebersamaan dan penuh damai menyelimuti acara peringatan hari buruh sedunia (May Day) yang diperingati ribuan buruh di depan Kantor Gubernur Jatim, di jalan Pahlawan 110 Surabaya, Selasa (1/5).

Sebelum aksi Mayday menyatu di Jl. Pahlawan, ada beberapa serikat pekerja yang melakukan aksi di depan Kebun Binatang Surabaya, aksi Long March dari Jl. Darmo menuju Grahadi dan ada pula aksi drama kolosal di Jl. Pahlawan.

Aksi Long March dari Jl. Darmo ke Jl. Gubernur Suryo depan Grahadi (Foto: Beatrix Christiana)

Drama kolosal di Jl. Pahlawan depan kantor Pemprov Jatim bercerita tentang “Mengemis di Kampung Sendiri”. Drama kolosal ini mengisahkan bagaimana Indonesia dipenuhi pekerja asing dan buruh Indonesa makin terhimpit. Drama kolosal tersebut diperankan oleh ratusan elemen buruh Serikat Pekerja Kimia dan Energi se-Jawa Timur dengan membentangkan kain putih berukuran 20×50 meter di sepanjang pementasan drama kolosal.

Drama kolosal depan kantor Pemprov Jatim Jl. Pahlawan (Foto: Beatrix Christiana)

Sementara itu aksi di Jl. Pahlawan terus berlanjut, bahkan Gubernur Jawa Timur DR. H. Soekarwo hadir bersama Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin, SH, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jatim Abdul Kadir, dan Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Drs. Widodo Eko Prihastopo dan ribuan buruh dari berbagai elemen, termasuk Ketua KSPSI Jatim Fauzi dan Ketua SPMI Jatim Mudjianto.

Untuk memeriahkan peringatan tersebut, Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo memotong tumpeng bersama Forkopimda Jatim dan perwakilan buruh di atas panggung berukuran 12 x 4 meter. Sebanyak 10 tumpeng dibagikan di tengah-tengah kerumunan massa. Terik panas yang sangat menyengat, tak menyurutkan semangat ribuan buruh untuk bersama-sama merayakan peringatan May Day dengan damai.

Gubernur Soekarwo memotong tumpeng bersama buruh di depan kantor Pemprov Jatim Jl. Pahlawan (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Dihadapan ribuan buruh dari berbagai elemen yang terdiri dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), Aliansi Perjuangan Buruh Jawa Timur (APBJ), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan beberapa serikat buruh lainnya dan beberapa serikat buruh lainnya, Pakde Karwo menyampaikan beberapa pesan terkait peringatan May Day.

Tentang permintaan peninjauan ulang Peraturan Pemerintah (PP) 78/2015 yang menciptakan disparitas antara daerah dan terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) agar ditinjau ulang, Pakde Karwo menyampaikan Pemprov Jatim sejak 2011 – 2012 sudah merumuskan hal tersebut karena penerapannya akan menjadikan disparitas antar daerah semakin jauh.

Dijelaskan, dirinya sudah mengirimkan surat terkait persoalan disparitas tersebut pada tanggal 23 Januari 2018 lalu kepada Menteri Tenaga Kerja RI melalui Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial (Jamsos), Kemenaker RI. “Ternyata oleh menteri dilewatkan dirjennya ditolak semuanya. Jadi saya sudah mengusulkan dan ditolak tanggal 23 Pebruari 2018,”ujarnya.

Meski demikian, Pakde Karwo bersama Forkopimda Jatim akan membuat diskresi meskipun itu dilarang. “Biarpun dilarang tetap saya akan mengusulkan lagi kepada pusat,” terangnya. Dengan diskresi tersebut, Kabupaten Pacitan dengan Kota Surabaya dan sekitarnya tidak terlalu besar selisihnya seperti saat ini yang mencapai Rp. 2 juta. Menurutnya, persoalan disparitas dinilai tidak bagus.

Mengenai PP 78/2015 terkait Tenaga Kerja Asing (TKA), Pakde Karwo menginginkan ada pembenahan terhadap peraturan tersebut. “Yang ahli tidak ada masalah. Tetapi yang unskilled jangan masuk. Dalam perjanjian internasioan unskilled juga tidak boleh dibawa,” ujarnya sambil menjelaskab yang menjadi diskusi adalah di medium skill, yang perlu didetailkan. Diantaranya, lulusan politeknik dan lain sebagainya.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin, SH menyampaikan harapannya. Dirinya merasa bangga terhadap aksi buruh Jatim yang telah berjalan dengan tertib, aman dan nyaman dalam mempringati May Day di Jatim. Sehingga, aksi tersebut bisa dijadikan contoh atau model peringatan May Day di seluruh Indonesia.

Senada dengan Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman mendoakan agar seluruh buruh di Jatim semakin sejahtera, sehat dan sukses. “Kami berharap agar para buruh lebih sejahtera, lebih sehat dan lebih sukses,” kata Pangdam V Brawijaya. (bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here