primaradio.id – 98 persen ekonomi Surabaya berasal dari pelaku usaha Mikro kecil dan Menengah. Bahkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan dari 98 persen pelaku usaha ini merupakan pelaku usaha mikro.
Risma juga bilang agar bisa bersaing secara global maka pemerintah kota Surabaya memiliki program Go global, Go digital. Artinya Go Digital dipilih untuk memasarkan produk lewat teknologi, sedangkan Go Global bekerjasama dengan desainer untuk membuat packaging dan branding.
“Kini, produk mereka sudah setara dengan produk yang ada di luar negeri,” ungkapnya.
Risma juga mengatakan, pelaku UMKM juga diberi pembelajaran Go financial yang mengajarkan pelaku UKM mencari bentuk-bentuk modal. Sehingga pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitasnya untuk lebih luas mencari jaringan melalui teknologi.
“Sekarang batik surabaya, fashion, handycraft dan lain-lain sudah kita ekspor ke luar negeri seperti Afrika dan Eropa,” ujar wali kota sarat akan prestasi ini.
Selain itu menurut Risma tidak ada sektor usaha khusus yang mendominasi seperti sebelumnya dikuasai oleh kerajinan atau handicraft. Risma mencontohkan sektor fashion Surabaya yaitu busana muslim sudah mampu menembus pasar Afrika dan Timur Tengah. (bee)






