primaradio.id – Jelang bergulirnya paruh kedua race Moto GP 2017, sejumlah tim kembali melakukan persiapan, tak terkecuali Tim Movistar Yamaha. Tidak hanya melakukan persiapan secara internal, Yamaha juga tidak melepaskan perhatian terhadap rival utama mereka, Tim Repsol Honda.
Manajer Tim Movistar Yamaha, Massimo Meregalli, mengaku masih tetap mewaspadai Honda sebagai lawan berat mereka di MotoGp 2017. Terlebih setelah rider andalah Honda, Marc Marquez sukses menjadi juara paruh musim dengan perolehan poin 129. Meskipun hanya berselisih lima poin dari Maverick Vinales yang menempati posisi kedua dengan raihan 124, namun kecepatan Marquez msuim lalu tidak bisa diremehkan.
“Saya pikir Honda menjadi yang paling berbahaya. Bakat milik Marquez berpotensi menjadi elemen paling berbahaya di paruh kedua kompetisi (musim ini),” ungkap Meregalli,
Seperti diketahui, Honda selalu menjadi rival abadi bagi Yamaha. Sejak beberapa tahun terakhir duet Valentino Rossi-Jorge Lorenzo dan Marc Marquez-Dani Pedrosa selalu bergantian mengisi podium pertama. Namun tahun ini posisinya sedikit berbeda dengan kepindahan Lorenzo ke Ducati Corse. Posisi Lorenzo kemudian digantikan oleh Vinales yang terbukti langsung nyetel dengan tim Garputala.
Sementara itu, performa Andrea Dovizioso juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Rider Ducati musim ini menjelma menjadi pebalap yang luar biasa. Kemampuan motornya di track lurus tidak bisa diremehkan, sehingga Ia sudah dua kali menaiki podium pertama, yakni di Sirkuit Mugello dan Catalunya.
Paruh kedua race Moto GP sendiri akan berlangsung pada tanggal 6 Agustus 2017, tepatnya di Sirkuit Brno, Ceko. Sirkuit ini sendiri pada musim lalu menjadi milik pebalap satelit Honda, Cal Crutchlow yang tampil sensasional. Valentino Rossi yang juga tampil brilian keluar jadi runner up, disusul Marc Marquez di posisi tiga. (joe)






