primaradio.id – Ketersediaan darah yang dimiliki Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya aman selama Ramadhan. Kepala Humas PMI Surabaya, Agung Tri Joetanto mengatakan, meskipun aktivitas donor darah menurun selama bulan puasa, namun stok kantong darah di PMI Surabaya lebih dari cukup selama ramadan tahun ini untuk melayani permintaan yang mencapai 400 an kantong.
Menurut Agung, per tanggal 26 Mei 2017, stok darah di PMI Surabaya untuk berbagai golongan aman, bahkan bisa menyuplai daerah diluar kota Surabaya. Namun Agung mengatakan ada golongan darah yang rawan dan minim stok, diantaranya golongan darah AB dan rhesus negatif.
“Kalau yang rawan itu golongan darah AB maupun darah rhesus negatif. Karena memang tidak banyak yang memiliki golongna darah Rhesus negatif. Tapi kalau ada permintaaan untuk Rhesus negatif harus kerjasama dengan Rhesus Negatif Indonesia (RNI). Karena orang dengan Rhesus negatif tidak bisa rutin donor. Jadi kalau ada permintaan baru minta,” kata Agung.
Agung juga mengatakan, untuk bulan puasa kali ini, PMI akan terus berupaya melakukan jemput bola dengan menggelar donoh darah di taman-taman kota ataupun di tempat ibadah. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga ketersediaan stok darah di Surabaya. Selain itu, karena stok darah juga memiliki masa kadaluarsa. Untuk sel darah merah dan trombosit hanya bertahan selama 6 hari, kecuali whole Blood bisa bertahan 21-30 hari. Untuk mengakali supaya tidak kadaluarsa, PMI Surabaya menggunakan sistem First In First Out. (bee)






