Home Prima Trending Topics Menteri Agama Himbau Agar Tempat Ibadah Tidak Dijadikan Pemicu Konflik

Menteri Agama Himbau Agar Tempat Ibadah Tidak Dijadikan Pemicu Konflik

737 views
0
SHARE

primaradio.id – Terkait dengan berita ditolaknya jenazah seorang nenek di masjid di Jakarta Selatan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghimbau agar masyarakat tidak menjadikan rumah ibadah sebagai pemicu konflik.

Seperti deiketahui, nama nenek Hindun menjadi viral di media sosial setelah jenazahnya ditolak untuk dishalatkan di Masjid Al Mu’minun , Karet, Jakarta Selatan. Hindun adalah pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Pada saat bersamaan, ada spanduk penolakan salat jenazah terhadap pendukung Ahok-Djarot di dekat masjid. Hal inilah yang membuat Menteri Lukman prihatin dan meminta masayarakat sadar tentang pentingnya toleransi.

“Rumah ibadah adalah tempat suci, jangan dijadikan pemicu konflik di antara kita,” ujar Lukman di Istana Kepresidenan.

“Apa yang seharusnya terjadi adalah masing-masing pihak menahan diri atas potensi konflik yang bisa terjadi.” Dengan begitu, masalah yang berkaitan dengan rumah ibadah tidak merembet ke masalah politik.

Kabar tersebut terus menjadi polemik di media massa. Terlepas berita tersebut benar atau tidak, namun penolakan terhadap jenazah untuk dishalatkan di Masjid, seperti spanduk-spanduk yang terpasang di sejumlah Masjid di Jakarta, merupakan tindakan yang tidak pantas.

Belakangan, keluarga Nenek Hindun membantah kabar bahwa tak adanya salat jenazah untuk Nenek Hindun di Masjid akibat almarhumah memilih Ahok. Tapi karena saat itu pengurus masjid menyarankan salat jenazah dilakukan di rumah mengingat waktu hampir malam. (joe)

Sumber Tempo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here