primaradio.id – Pemkot Surabaya mengaku bila pihaknya sudah meminta para kontraktor untuk mengebut pengerjaannya. Namun saat musim hujan baru dikebut, diakui karena memang proses pembangunan oleh kontraktor baru terlaksana. Karena semua dilakukan melalui proses lelang.
Menurut Kepala DPUBMP Kota Surabaya, Erna Purnawati, mengatakan bahwa proses pengerjalan saluran air menjelang musim hujam sudah dilakukan secara maksimal. Untuk titik-titik yang tidak bisa dilakukan dengan alat berat, seperti eskavator, dilakukan secara manual dengan para pekerja melakukan pengerukan dengan cara memasukkan tanah hasil sedimen ke dalam karung-karung, baru diambil dipindahkan ke truk. Kemudian sisi pinggir yang rawan retak, dan longsor, pendalamannya dilakukan lebih maju sekitar 50 meter, tapi lebih dalam lagi. Sehingga cukup untuk menampung limpahan air.
Erna juga menambahkan, soal ancaman banjir di kawasan Tandes, pembuatan box culvert di Jl Banyuurip dalam beberapa meter ada saluran yang tersambung dengan saluran air di perkampungan mulai dari Jl Girilaya hingga Manukan. Saluran itu juga terhubung di saluran di Jl Tanjung Sari.






