primaradio.id – Tren penularan virus HIV/AIDS ternyata tidak hanya mengintai seseorang yang doyan jajan seks. Ibu rumah tangga dan bayi pun terkena dampaknya, sehingga harus ada pembebasan kasus yang ditargetkan 15 tahun mendatang.
Menurut Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen PPPL Kementerian Kesehatan RI Dr Sigit Priohutomo MPH mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun roadmap untuk mewujudkan cita-cita memberantas kasus HIV/AIDS di Indonesia, tepatnya pada tahun 2030 mendatang. Sampai saat ini tahapannya sudah pada roadmap untuk mencapai getting to zero pada tahun 2030. Tahun 2012 sudah dilaksanakan strategi Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) danStrategic Use For ARV (SUFA) atau ARV sebagai pengobatan dan pencegahan.
Sigit juga menambahkan, berhubung saat ini tren penularan HIV telah mengancam kalangan ibu rumah tangga, pada tahun 2016 pelaksanaan skrining HIV dan sifilis pada ibu hamil harus merata. Tahun 2019 ditargetkan 90 persen populasi orang yang rentan mengidap HIV harus mengetahui statusnya, sudah terdeteksi atau belum. Dan untuk tahun 2027 ditargetkan tercapainya 90 persen populasi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tetap minum ARV. Mereka juga harus dapat mengendalikan jumlah viral loadnya, sehingga tidak mampu menularkan.(zum/nji)






