primaradio.id – Bahasa Jawa, khususnya terkait aksara Jawa yang sudah dipelajari sejak tingkat sekolah dasar (SD) ternyata tak bisa melekat di benak siswa. Akibatnya saat masuk jenjang SMP, guru bahasa Jawa mengalami kesulitan lantaran harus mulai dari awal lagi.
Menurut Salah satu guru SMP Negeri 10 Surabaya Putri mengatakan bahwa permasalahan menahun inilah yang kemudian memicunya untuk mencari jalan keluar. Itu dilakukan agar bisa mengejar materi yang selama ini tertinggal.
Putri memberikan cara mudah untuk mencoba mengelompokkan pasangan huruf Jawa menjadi enam kelompok. Huruf Jawa itu punya 20 karakter aksara inti dan 20 karakter pasangannya. Saat mengajar, tidak memulainya berdasarkan urutan ho-no-co-ro-ko, melainkan dengan pengelompokan. Kelompok pertama adalah kelompok huruf dan pasangan yang memiliki bentuk yang sama. Kelompok kedua merupakan kelompok huruf dan pasangan dengan bentuk mirip. Kelompok ketiga adalah kelompok huruf dan pasangan yang hilang bagian depannya. Kelompok empat hilang bagian belakangnya. Kelompok lima adalah kelompok dengan penulisan mudah, dan kelompok keenam merupakan kelompok dengan penulisan sulit.
Dengan pengelompokkan ini, anak harus sudah hafal dalam hitungan 5-10 menit. Jadi, dalam satu kali pertemuan, ke-40 huruf Jawa ini dapat dihafalkan.(zum/nji)






