primaradio.id – Bayi Watusi betina yang lahir di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Kamis (3/3) pukul 04.30 ternyata tak bertahan lama. Anak kedua dari pasangan banteng Afrika yang belum diberi nama tersebut mati pada hari Rabu (9/3) pukul 01.05.
Menurut Pjs Direktur Utama PD Taman Satwa KBS, Aschta Boestani-Tajudin, mengatakan bahwa bayi Watusi yang memiliki bobot 25 kg tersebut kondisinya sangat lemah. Satwa ini tidak dapat berdiri tegak, sehingga kesulitan untuk mendekat dan menyusu kepada induknya.
Hasil otopsi menunjukkan beberapa organ mengalami gangguan yang diduga akibat kondisi daya tubuh yang amat rendah karena tidak menerima colostrums. Dari pemeriksaan yang dilakukan di bagian perut tidak menemukan hal-hal negatif kecuali satwa memang kekurangan asupan susu dari induknya. Kondisi tersebut, diperburuk dengan infeksi yang terjadi pada bagian kaki belakang saat lahir. Kukunya infeksi sehingga membuat anak Watusi tak bisa berdiri normal. (Zum/Nji)






