primaradio.id – Beberapa wilayah di Surabaya saat ini tengah dilanda banjir, yang disebabkan hujan deras selama sekitar 5 jam pada Senin, 8 Februari 2016. Selain drainase yang tak sepenuhnya rapi, kesadaran masyarakat akan keersihan juga masih minim.
Dalam situasi banjir seperti ini, berbagai penyakit mudah muncul. Salah satunya adalah leptospirosis yang penularannya berasal dari air kencing tikus. Banjir yang rentan terjadi ketika curah hujan tinggi kerap menjadi media penularan leptospirosis kepada manusia.
Menurut Dokter spesialis kulit, Amaranila Lalita Drijono mengatakan bahwa bakteri leptospira dapat masuk melalui kulit yang luka jika terkena genangan air yang telah tercemar kencing tikus. Kasus ini banyak menimpa para relawan saat banjir. Untuk itu, ketika menerobos banjir sebaiknya menggunakan pakaian dan sepatu. Hal ini setidaknya bisa mencegah kulit terluka karena benda tajam.
Amaranila juga menambahkan, gejala terkena leptospirosis di antaranya, demam, pusing, dan nyeri pada perut. Jika tidak segera ditangani, bisa menyebabkan penyakit kuning hingga kematian. Pihaknya meminta masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih. Masyarakat pun harus sadar pentingnya tidak membuang sampan sembarangan untuk mencegah banjir.






