primaradio.id – Pembangunan Jembatan Kenjeran diyakini akan menjadi sejarah baru bagi pembagunan Kota Surabaya. Wilayah Utara Surabaya yang nyaris tertinggal dibanding wilayah lain kini dipastikan akan bergeliat dengan dibangunnya ikon baru wisata di utara Surabaya tersebut.
Menurut Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Jamhadi, mengatakan bahwa pihaknya optimistis dengan langkah pemkot Surabaya membesarkan Kenjeran. Wilayah yang sebelumnya kumuh lambat laun akan mentereng. Bahkan dikatakan akan tumbuh embrio wisata bahari di Surabaya Utara.
Jamhadi juga menambahkan, konsep yang paling utama adalah terkoneksinya tiga kawasan utama. Apalagi tiga kawasan ini akan menjadi ikon wisata tersendiri. Yakni ecowisata Hutan Mangrove Wonorejo, Pantai Kenjeran, dan Kuliner Sentra Ikan Bulak. Tidak jauh dari ada Jembatan Suramadu.
Satu kata kunci untuk memajukan sebuah kawasan salah satunya harus ada magnet ekonomi. Jembatan Kenjeran akan menjadi magnet baru, sejauh ini dibangun dan dikembangkan dengan konsep ke depan. Bukan semata-mata jembatan atau Sentra Bulak saja.
Saat ini, Pemkot Surabaya telah menginvestasikan sekitar Rp 200 miliar membangun Jembatan Kenjeran. Ini akan terkoneksi dengan Jembatan Suramadu. Apaalgi kawasan Kaki Suramadu juga sudah dibuka. Namun untuk terkokoneksi harus ada akses yang ideal. Dari Jembatan Suramadu ke Bulak dan seterusnya harus ada akses yang lebar. Jalan juga harus dibikin bersih dan tak kumuh. Permukiman ditata. Sepanjang akses jalan kampung ini diterangi agar mempermudah warga sekitar untuk berjualan. (Zum/Nji)






